Sejarah GPF

GPF merupakan Majelis Pusat yang didirikan dan diketuai oleh Pdt. Dr. Jakoeb Soelistyo, S.Th., MA. Sejarah kelahiran GPF cukup panjang dan berliku-liku.

Pdt. Jakoeb Soelistyo, yang lahir di Pekalongan pada tanggal 8 Februari 1960 memulai pelayanannya di Gereja Bethel Indonesia (GBI) Comal sebagai pengerja. Pada tahun 1991 lalu meningkat pelayanannya menjadi Ketua Pemuda GBI Comal, dan meningkat lagi sebagai Ketua Koordinator Wilayah Barat dan pernah menjabat sebagai Ketua Komisi Pemuda GBI Wilayah Jawa Tengah dan DIY selama 2 periode. Kemudian pada tahun 1993 diangkat oleh GBI sebagai Wakil Gembala Sidang GBI Ambarawa untuk mendampingi Ibu Hermin Sumendap sebagai Wakil Gembala Sidang. Ketika Ibu Gembala Sidang, Ibu Hermin Sumendap, berpulang maka Pdt. Jakoeb Soelistyo ditunjuk untuk menggantikannya sebagai Gembala Sidang. Pengangkatan sebagai Gembala Sidang ini tertuang dalam Surat Keputusan Badan Pekerja Daerah GBI dengan nomor 02/SK/BPD/JTG-DIY/VII/98 tertanggal 8 Juli 1998.

Pada tahun 2001 Pdt. Jakoeb Soelistyo mulai mendengar tentang kebenaran Nama Tuhan Abraham, Ishak, dan Yakub, yaitu Yahweh. Setelah pergumulan panjang dalam doa dan pendalaman Firman Tuhan, beliau memahami bahwa hal tersebut benar dan mulai mengajarkan Nama Yahweh kepada jemaat. Namun hal ini menimbulkan keresahan di internal GBI sehingga pada tanggal 15 Agustus 2001 Badan Pekerja Harian Sinode GBI mengeluarkan surat dengan nomor 027/S-XII/8/2001 tentang Pemecatan/Pembebasan Tugas Pejabat. Sayangnya alasan pemecatan tidak disebutkan dalam surat tersebut.

Pemecatan ini mengakibatkan jemaat menjadi terpecah, sebagian menerima dan percaya bahwa Nama Yahweh adalah Nama Tuhan yang benar, namun sebagian belum percaya dan belum menerima Nama Yahweh. Kemudian supaya jemaat yang telah menerima Nama Bapa Yahweh tetap dapat beribadah, maka jemaat mendorong Pdt. Jakoeb Soelistyo untuk tetap menggembalakan mereka dan berkoordinasi untuk mendirikan gereja sendiri. Oleh anugerah Bapa Yahweh, maka pada hari Minggu, 26 Agustus 2001 (7 Elul 5761) diadakan ibadah perdana bagi jemaat yang tetap setia mengikuti Bapa Yahweh. Ibadah perdana ini diadakan di sebuah rumah jemaat dan selama beberapa bulan ibadah selanjutnya masih di rumah jemaat tersebut. Saat beribadah di rumah jemaat tsb dijuluki oleh orang yang tidak suka dg julukan Gereja Warung Bakso.

Pada saat ibadah perdana ini kami bernaung di bawah sinode Jemaat Kristen Indonesia (JKI) hingga pada 16 Mei 2004 kami pindah ke sinode Gereja Pimpinan Rohulkudus (GPR).

Kemudian atas anugerah Bapa Yahweh, ibadah dapat pindah di sebuah ruko selama 2 tahun. Selama ibadah di ruko ini kembali banyak suara sumbang yang menilai gereja Surya Kebenaran. Ada yang mengatakan gereja tenda, karena memang untuk bisa menampung jemaat kami membuat tenda. Tetapi kami tidak pernah patah arang dengan berbagai ejekan yang dialamatkan kepada kami. Bapa Yahweh terus menyertai dan memberkati kami.

Kemudian Bapa Yahweh menyatakan kuasaNya sehingga akhirnya kami dapat membeli tanah di jalan dr. Cipto no. 120 Ambarawa seluas 1.680 meter persegi untuk dibangun gereja. Bapa Yahweh terus menyertai gerejaNya ini sehingga kami dapat membangun gereja secara bertahap.

Pada tahun 2008 sinode GPR berubah nama menjadi Sinode Am GPR melalui Keputusan Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Republik Indonesia dengan nomor DJ III/Kep/HK.005/63/2008 tentang Perubahan Nama Gereja Pimpinann Rohulkudus (GPR) Menjadi Sinode Am Gereja Pimpinan Rohulkudus. Sinode Am GPR saat itu membawahi Sinode Gereja Kristen Pimpinan Rohulkudus (GKPR) dan Sinode Gereja Pimpinan Rohulkudus (Yahweh) / GPRY.

Dalam perkembangannya, pada tahun 2015, Sinode Am GPR mengadakan Musyawarah Besar ke 2 di Hotel Jayakarta, Jakarta pada tanggal 7 April 2015 yang menghasilkan keputusan bahwa Sinode Am GPR membawahi tidak hanya GKPR dan GPRY saja, tetapi menjadi 10 Majelis Pusat, 1 di antaranya adalah GPF (Gereja Pemulihan Firman). Perkembangan ini diresmikan dalam akta notaris Rita Imelda Ginting, SH tentang Perubahan Anggaran Dasar Sinode Am Gereja Pimpinan Rohulkudus nomor 12 tanggal 11 Mei 2015 dan telah dilaporkan kepada Dirjen Bimas Kristen Departemen Agama Republik Indonesia.

Dengan demikian GPF secara resmi lahir dalam naungan Sinode Am GPR (Gereja Pimpinan Rohulkudus). Sebagai tindak lanjut dari akta tersebut, GPF mencatatkan diri dalam akta notaris Liana Suyana, SH, MH. tentang Pendirian Gereja Pemulihan Firman nomor 22 tanggal 25 Juli 2015.

Gereja Pemulihan Firman secara resmi dibuka dan diperkenalkan pada Hari Selasa, 11 Agustus 2015 oleh Penbimas Kristen Kementerian Agama RI Jawa Tengah, Bp. Drs. Marihot M. Gultom MM di Gereja Pemulihan Firman “Surya Kebenaran” Ambarawa sebagai Kantor Pusatnya.

Bapa Yahweh terus menyertai dan berkarya sehingga GPF saat ini terus berkembang pesat dan melebarkan sayapnya tidak hanya ke berbagai pulau di Indonesia saja tetapi juga hingga ke negara-negara lain, seperti Malaysia dan Amerika Serikat. Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang GPF akan ada di negara-negara lain di seluruh dunia untuk kemuliaan Bapa Yahweh.

 

Pengakuan Iman Gereja Pemulihan Firman

  1. Saya beriman kepada YAHWEH Tsevaot, Elohim pencipta langit dan bumi, penguasa alam semesta adalah segala-galanya.
  2. Saya beriman kepada Adonai Yeshua HaMashiakh sebagai satu-satunya Juru Selamat manusia, yaitu manifestasi dari KASIH YAHWEH kepada manusia. Satu Pribadi dan Satu Hakekat (Ekhad) dengan Bapa YAHWEH yang memberikan pengampunan dosa dan memberi hidup kekal.
  3. Saya beriman kepada Ruakh HaQodesh sebagai Roh YAHWEH yang berdiam dalam hidup manusia, yaitu Imanuel, untuk membimbing dan memberi hikmat.
  4. Saya beriman bahwa Yeshua HaMashiakh akan datang lagi untuk menjemput orang yang beriman kepada Bapa YAHWEH, dalam Yeshua HaMashiakh dan Ruakh HaQodesh

 

Tujuan Gereja Pemulihan Firman

Gereja Pemulihan Firman didirikan oleh Rev. Dr. Jakoeb Soelistyo, S.Th., MA untuk melindungi gereja-gereja yang mengenal Nama Bapa YAHWEH dan mendapat kesulitan dari Sinodenya karena tidak lagi menyebut nama sesembahan lain yang tidak seharusnya dipergunakan dalam peribadatan Nasrani.

Gereja Pemulihan Firman menganut Theologia Keseimbangan, namun bukan berarti kompromi. Dan sesuai namanya, maka Gereja Pemulihan Firman tidak berkiblat kepada ajaran dari mana pun, melainkan memulihkan Firman yang selama ini berkiblat ke Yunani dipulihkan ke Ibrani dan memulihkan Nama Elohim yang dilupakan oleh umat-Nya sendiri, seperti Nama YAHWEH, Yeshua HaMashiakh dan Ruakh HaQodesh, serta memulihkan Tujuh Perayaan yang diperintahkan oleh Bapa YAHWEH.

Gereja Pemulihan Firman memberi kesempatan kepada gereja lokal untuk mengembangkan gerejanya secara otonom, namun berdasarkan prinsip ajaran dasar seperti yang sudah tertulis dalam Buku Panduan Gereja Pemulihan Firman.

 

Kantor Pusat

Gereja Pemulihan Firman “Surya Kebenaran”
Jl. dr. Cipto No. 120 Telp 0298-593544, 522239 Ambarawa 50651
Kab. Semarang – Jawa Tengah

 

Inti Pengajaran:

  1. Menyebut Nama YAHWEH, Yeshua HaMashiakh dan Ruakh HaQodesh. Bagi yang baru bergabung dan masih menyebut Yesus Kristus untuk diarahkan ke Nama ASLI nya yaitu Yeshua HaMashiakh silakan, krn memang perlu masa transisi.
  2. YAHWEH dan Yeshua HaMashiakh dan Ruakh HaQodesh itu SATU Pribadi dan SATU Hakekat (Ekhad).
  3. Tidak memisahkan antara Kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
  4. Antara Torah dan Kasih Karunia itu tidak bisa dipisahkan dan Sejak jaman Yokhanan, Torah yang hidup dan bagi seluruh dunia ada dalam diri  Yeshua HaMashiakh sebagai Davar. (Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat).
  5. Dalam Torah ada Kasih Karunia dan dalam Kasih Karunia ada Torah. (Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat).
  6. Tidak merayakan NATAL Tgl 25 Desember karena Yeshua HaMashiakh tidak pernah dilahirkan tanggal 25 Desember.
  7. Merayakan 7 hari Raya yang diperintahkan Bapa YAHWEH. Bagi yang baru bergabung dan belum melakukan untuk diarahkan ke hal tersebut silakan karena memang perlu masa transisi. (Tujuh Perayaan klik di samping ini) https://youtu.be/bIKAJvo_wkY
  8. Tidak merayakan Kenaikan Isa Almasih karena Isa berbeda dengan Yeshua. Isa dilahirkan di bawah pohon Korma, Yeshua dilahirkan di Kandang hewan. Isa akan datang membawa Quran dan membunuh Babi-babi, Yeshua datang membawa Kitab Kehidupan dan mengangkat umat-Nya. dsb. (Beda Isa dan Yeshua ada di khotbah ini.) https://youtu.be/bIKAJvo_wkY
  9. Ibadah dilakukan hari apa saja. Baik Sabtu maupun Minggu atau hari lainnya, karena semua hari sama dan diberkati. (Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat).
  10. Pakai accessories (pakaian) Ibrani atau tidak, tidak dipermasalahkan karena pakaian tidak membawa keselamatan, Tuhan lebih mengutamakan sikap hati. Luqas 18: 10-14.
  11. Makanan Halal dan Haram sesuai bahasa Ibrani berarti Bersih (Tahor) dan Tidak Bersih (Tame) dan korelasinya bukan keselamatan jiwa tetapi untuk kesehatan tubuh. Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat). Namun jika ada yang sudah tidak memakan makanan yang tidak bersih, akan lebih baik. Namun antar sesama satu keluarga besar Gereja Pemulihan Firman dilarang keras saling menghakimi.
  12. Mengijinkan Perempuan melayani, bahkan sebagai gembala sidang sekalipun. (Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat).
  13. Tidak melakukan Sunat Fisik (Penjabarannya ada dalam buku Majelis Pusat).

 

Permohonan bergabung

  1. Minimal ada 15 jiwa (tidak termasuk calon Gembala sidang dan keluarganya).
  2. Memberikan surat permohonan penggabungan disertai foto copy KTP jumlah jemaat.
  3. Sekurang-kurangnya sudah mengadakan Persekutuan 3 bulan secara terus menerus.
  4. Bersedia melakukan (tidak keluar) dari inti pengajaran yang sudah ditentukan oleh Majelis Pusat Gereja Pemulihan Firman.
  5. Melakukan kewajiban sebagai sebuah organisasi spiritual karena sudah dinaungi secara hukum.
  6. Biaya Pelantikan di lokasi gereja lokal oleh Ketua Umum atau yang mewakilinya, ditanggung oleh gereja lokal yang akan bergabung sebagai bukti kesiapan berdirinya sebuah komunitas gereja lokal yang dinaungi oleh Majelis Pusat Gereja Pemulihan Firman.