Bacaan: 1 SAMUEL 2:18-21
Dan ibunya akan membuatkan jubah kecil untuknya dan dia membawanya kepadanya dari tahun ke tahun, ketika dia datang bersama suaminya untuk menyembelih kurban tahunan. (1 Samuel 2:19)
Kasih ibu sepanjang masa, kasih anak sepanjang galah. Peribahasa ini secara nyata menggambarkan kasih
seorang ibu kepada anaknya. Layaknya masa yang tiada berakhir, demikian pula kasih ibu akan selalu diwujudkan bagi anaknya. Peribahasa tersebut seakan menunjukkan bahwa kasih seorang ibu tidak memiliki batasan, bahkan seorang ibu memberikan kasih itu sendiri melebihi batasan dirinya.
Peribahasa ini pun terwujud dalam diri Hana, sebagai ibu dari Samuel. Semenjak Samuel masih kecil,
Hana harus berpisah dengannya dan menyerahkannya kepada Bapa YAHWEH sebagai nazarnya kepada Tuhan yang telah membukakan kandungannya. Akan tetapi, sekalipun secara fisik telah berpisah, Hana tetap memberikan sepenuh hatinya bagi Samuel. Kasih itu diwujudkannya dengan membuatkan jubah bagi Samuel di setiap tahunnya. Hal tersebut bukan hendak menunjukkan
bahwa ia menyesali nazarnya, tetapi merupakan wujud rasa syukurnya kepada Tuhan, sehingga ia berusaha sebaik mungkin untuk turut menjaga dan merawat Samuel dalam kasihnya. Cintanya mampu melebihi keberadaan fisik yang membatasi, sehingga Samuel pun tetap bertumbuh dalam kasihnya.
Kasih Hana yang melampaui batasan-batasan fisik, jarak, dan waktu menunjukkan bahwa kasih ibu memiliki peran besar dalam membangun hidup. Dalam semangat syukur akan berkat kasih Tuhan, semangat kasih Hana menjadi teladan bagi setiap ibu untuk senantiasa berperan mewujudkan kasih bagi keluarga, sehingga melaluinya hidup keluarga terus bertumbuh. Kasih tidak pernah dibatasi apa pun, baik jarak, waktu, usia, kedudukan, maupun fisik.
Sumber: renunganharian.net

kh kaet ome’dot shalash elekh emunah tiqe’wah ahavah we’hage’dolah shebahen ahavah
Dan sekarang tinggallah ketiga hal ini: iman, pengharapan, kasih, dan yang terbesar dari hal-hal ini
adalah kasih.
1 KORINTUS 13 : 13
YANG PENTING HATI
Inilah salah satu alasan yang juga paling sering dipakai oleh orang Kristen yang masih tidak mau menyebut Yahweh. Dasar mereka adalah Tuhan Mahatahu sehingga mereka berkesimpulan: yang penting hati kita tertuju kepada Yahweh meskipun kita tidak menyebut Yahweh. Mereka seringkali berkata: “Yang penting ‘kan hati kita tertuju ke Tuhan Sang Pencipta, toh Dia Mahatahu, sehingga kalau saya sebut Allah, Dia pun mengerti bahwa yang saya maksud adalah Dia.” Memang betul bahwa Tuhan Mahatahu, namun kesimpulan mereka yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan, karena Allah bukanlah sinonim. dengan kata Tuhan. Allah adalah nama tuhannya orang Islam, sedangkan Yahweh adalah Nama Tuhan kita. Jadi Allah dan Yahweh adalah dua pribadi yang berbeda.
Perlu kita cermati kesimpulan mereka, karena cukup membingungkan. Kalau mereka berkata bahwa
yang penting hati kita tertuju kepada Yahweh meskipun kita tidak menyebut Yahweh, maka hal ini menimbulkan pertanyaan di pikiran kita yang perlu kita sampaikan ke mereka. Pertanyaan itu intinya kira-kira demikian: “Kalau hati mereka sudah tertuju kepada Yahweh, kenapa tidak mau menyebut Yahweh?” “Kalau mereka menerima bahwa Yahweh adalah Tuhan Sang Pencipta, kenapa tidak mau
menyebut Yahweh?” Padahal FirmanNya berkata “Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak, hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman” (Yakobus 5:12), karena “Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” (Matius 5:37). Lebih lanjut, Roma 10:10 berkata: “Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.” Kalau mau diselamatkan, ternyata mulut kita harus mengaku juga. Memang ayat ini konteksnya mengakui Yesus sebagai Tuhan, dan kita ingat bahwa Yeshua = Yahweh karena Yeshua sendiri juga mengakui bahwa Dialah Yahweh.
Jika demikian, benarkah yang penting hati saja? Biarlah hati dan mulut kita selaras dengan Firman Tuhan.
Bapa Yahweh di dalam nama Tuhan Yeshua memberkati kita semua! Amin!
Sumber: simeonsulistyo.blogspot.com
8 CARA MENJADI ORANG YANG PEKA DAN PENGERTIAN, AGAR MUDAH MEMAHAMI ORANG LAIN!
Kita berada di dunia di mana lebih mudah untuk melihat kegagalan orang lain daripada mendengar alasan mengapa mereka gagal. Lebih mudah untuk menempatkan hak kita sendiri di atas orang lain dan kenyamanan kita sendiri di atas hak mereka. Kebanyakan orang menjadi begitu egois sehingga mereka menjadi begitu acuh tak acuh terhadap orang lain.
Jika Sahabat Fimela tahu betapa menyakitkannya dihakimi dan disalahpahami, maka kamu akan lebih peka terhadap perasaan orang lain. Kamu akan lebih bersedia untuk bersabar dan baik terhadap mereka. Untuk menjadi orang yang lebih pengertian, kamu dapat mempraktikkan cara-cara tulus ini ketika memperlakukan orang lain, terutama ketika mereka tampak agak sulit untuk dipahami. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini
- Dengarkan dengan Hati
Menjadi orang yang peka dimulai dengan kemampuan mendengarkan. Ketika seseorang berbicara, buka hatimu untuk menerima dan memahami. Jangan hanya mendengar kata-kata, tetapi rasakan emosi di baliknya. - Berkomitmen untuk empati
Empati adalah kunci kepekaan. Coba lihat dunia dari sudut pandang orang lain. Berputarlah di sepatu mereka sejenak. Ini membantu kita memahami perasaan dan perspektif mereka. - Jangan Cepat Menghakimi
Kehakiman cepat seringkali menjadi batu sandungan dalam hubungan. Sebelum membuat penilaian, berikan orang lain kesempatan untuk menjelaskan diri mereka. Tidak semua yang terlihat di permukaan mencerminkan apa yang sebenarnya terjadi. - Bersikap sabar
Kebijaksanaan seringkali bersarang dalam kesabaran. Ketika kita bersikap sabar, kita memberikan
ruang pada orang lain untuk tumbuh dan mengungkapkan dirinya tanpa terburu-buru. - Berikan Dukungan Tanpa Syarat
Orang yang peka dan pengertian memberikan dukungan tanpa syarat. Tak peduli seberapa besar atau kecil masalahnya, tunjukkan bahwa kamu ada di sana untuk mendukung. Ini menciptakan iklim kepercayaan dan keamanan. - Hormati perbedaan pendapat
Keharmonisan bukan berarti setuju dalam segala hal. Orang yang peka tahu bagaimana menghormati perbedaan pendapat tanpa menciptakan konflik yang tidak perlu. Terima bahwa setiap orang memiliki perspektifnya - Melihat Kesalahan Sebagai Cara untuk Belajar
Sebagai manusia, kita tidak luput dari kesalahan. Orang yang peka melihat kesalahan sebagai peluang belajar, bukan alasan untuk menyalahkan. Ini menciptakan suasana yang mendukung pertumbuhan bersama. - Ungkapkan kasih sayang dengan tindakan
Peka bukan hanya soal kata-kata, tetapi juga tindakan. Tunjukkan kasih sayangmu melalui perbuatan nyata. Sebuah kecupan kecil, kata-kata penyemangat, atau sekadar menyediakan bahu untuk bersandar bisa membuat perbedaan besar. Menjadi orang yang peka dan pengertian adalah investasi berharga untuk membangun hubungan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan membuka hati dan pikiran, kita menciptakan ruang bagi cinta dan pengertian untuk berkembang.
Sumber: fimela.com
DAFTAR BACAAN ALKITAB SATU TAHUN
Mulai bulan November 2024 kita memulai kembali program katam Alkitab dalam satu Tahun. Oleh karena itun redaksi akan menyediakan bacaan Alkitab yang akan dibacakan dalam satu minggu kedepan.
| HARI | TANGGAL | DAFTAR BACAAN |
| Senin | 23 Desember 2024 | Ulangan 3 – 4 |
| Selasa | 24 Desember 2024 | Ulangan 5 – 7 |
| Rabu | 25 Desember 2024 | Ulangan 8 – 11 |
| Kamis | 26 Desember 2024 | Ulangan 12 – 14 |
| Jumat | 27 Desember 2024 | Ulangan 15 – 18 |
| Sabtu | 28 Desember 2024 | Ulangan 19 – 21 |
| Minggu | 29 Desember 2024 | Ulangan 22 – 24 |
PERSEMBAHAN VIRTUAL

Scan QRIS dapat digunakan pada semua Bank (BCA, BRI, BNI, dll), selain itu juga bisa digunakan pada :
- Gopay
- Dana
- Shopee Pay
- Ovo
- Link Aja



